Jangan Sampai Salah Cetak, Ketahui Beda RGB dan CMYK!

STIKER A3+ LENGKAP

Paham akan perbedaan RGB dan CMYK dalam dunia desain grafis merupakan hal yang penting. Perbedaan keduanya juga menjadi pertanyaan umum yang sering ditanyakan dalam dunia produksi desain digital. Kurangnya pemahaman akan perbedaan RGB dan CMYK bisa menyebabkan hasil cetak tidak sesuai dengan output desain yang diharapkan. Terlebih lagi jika Anda ingin mencetak poster atau stiker A3+ lengkap penuh warna, Anda akan merasa kecewa jika hasil warna yang keluar tidak sesuai ekspektasi. 

Lalu apakah RGB dan CMYK itu?

RGB dan CMYK sering disebut color model atau warna model. Keduanya adalah sistem pengaturan warna atau suatu format bagaimana warna dihasilkan – Red-Green-Blue (RGB) dan Cyan-Magenta-Yellow-K/Black (CMYK). 

RGB biasanya digunakan pada output gambar langsung seperti layar elektronik, LCD, monitor TV dan lainnya. Sedangkan CMYK sering digunakan untuk output film atau hasil cetakan hardcopy yang umumnya menggunakan printer, mesin offset, sablon dan lainnya, 

Karena itulah kenapa saat mencetak sablon biasanya warna yang ada di monitor berbeda dengan warna yang dihasilkan pada hasil cetak. Namun mesin cetak portable (desktop printer) saat ini ada yang menggunakan RGB atau CMYK.

Untuk Cetak Pilih CMYK

Penggunaan RGB biasanya memang untuk hasil jadi desain pada layar digital, sehingga format yang biasanya digunakan adalah JPEG, PSD, PNG dan GIF. Sedangkan jika hasil jadi yang Anda inginkan adalah dalam bentuk yang dicetak secara fisik, maka Anda perlu memilih model warna CMYK untuk hasil yang lebih akurat. 

Biasanya penggunaan CMYK untuk mencetak kartu nama, brosur, papan reklame, stiker, tanda etalase, pamflet, kemasan produk, kaos topi, pulpen, mug, bungkus kendaraan, menu restoran dan masih banyak lagi. Format file terbaik untuk CMYK adalah PDF, AI dan EPS. 

Konversi RGB ke CMYK

Jika Anda terlanjur membuat desain dalam format RGB, maka desain bisa dikonversikan menjadi CMYK saat akan menjalani proses cetak. Artinya, gambar akan mengalami penurunan warna yang membuat warna menjadi redup dan tidak secerah seperti yang Anda lihat pada monitor (RGB). 

Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya sebelum membuat desain, pastikan untuk membuat dalam format CMYK. Dimana biasanya pada saat membuka dokumen baru untuk membuat desain, Anda akan dihadapkan pilihan untuk memilih antara dua model warna, RGB atau CMYK. 

Namun jika desain sudah terlanjur dibuat dalam bentuk RGB, maka mode warna bisa dikonversikan menggunakan aplikasi desain grafis seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan CorelDraw. 

Kenapa tidak dianjurkan menggunakan RGB untuk mencetak?

Hal ini karena keterbatasan komposisi tinta warna format RGB yang tidak bisa menghasilkan warna yang akurat, warna yang bisa dihasilkan pun juga terbatas. Terlebih lagi, mencetak pada medium hardcopy seperti sablon, stiker, lukisan dan lainnya tidak bisa dikalibrasi spektrum warnanya. 

Karena itulah pastikan untuk tidak mencetak sablon, stiker, hingga stempel sembarangan. Pilih tempat sablon terbaik, sehingga meskipun Anda masih bingung tentang RGB dan CMYK tempat sablon tersebut bisa memberikan pengertian hasil jadi yang akan Anda dapatkan nantinya. 

Memahami perbedaan kedua jenis warna tersebut juga penting untuk pelaku usaha percetakan. JIka saat ini Anda memiliki usaha sablon dan membutuhkan alat cetak stiker A3+ lengkap, Eragrafika adalah tempat yang tepat untuk belanja peralatan sablon manual maupun digital. Eragrafika melayani pembelian via online dan offline, kunjungi web Eragrafika untuk melakukan pembelian sekarang juga.