Bagaimana Teknik Afdruk Sablon yang Benar

TOKO ALAT SABLON MEDAN

Pernahkah Anda penasaran bagaimana melakukan afdruk yang benar? Pernah melakukan afdruk film sablon namun masih mengalami kesusahan? Kemudian apa saja alat yang digunakan untuk afdruk sablon? Sebelum menjalankan proses afdruk, Anda bisa harus memastikan semua peralatan afdruk tersedia dengan lengkap. Baik itu peralatan afdruk sablon atau alat sablon lainnya, bisa Anda dapatkan secara online maupun offline di toko alat sablon Medan, Eragrafika.

Memang mengerjakan afdruk membutuhkan teknik yang benar karena jika salah pengerjaannya sedikit riskan. Sebelum masuk ke penggunaan teknik afdruk yang benar, Anda harus mengerti apakah Afdruk itu sendiri?.

Afdruk merupakan proses pemindahan gambar dan film positif pada screen dimana hasil jadinya nanti merupakan hasil akhir dari pencetakan atau penyablonan. Ketelitian dalam proses afdruk sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil screen yang berkualitas. Ada dua teknik afdruk, berbasis air dan minyak. Pembeda keduanya adalah bahan dan ukuran screen yang digunakan.

TOKO ALAT SABLON MEDAN

Bahan coating atau penutup pori-pori screen dari kedua jenis tersebut tidak dapat ditukar dalam penggunaan. Bahan coating berbasis air menggunakan berbagai jenis merk dagang seperti Ulano TZ, Ultrasol, PhotoXol dan lainnya yang bisa Anda beli di Eragrafika, toko alat sablon Medan terlengkap dan termurah. 

Berikut ini adalah tahapan teknik afdruk yang baik dan benar:

  1. Screen yang digunakan harus dibersihkan dahulu dari segala kotoran dengan air, baik dari luar maupun dalam. Bisa juga dibersihkan menggunakan detergen. 
  2. Keringkan screen dibawah sinar matahari hingga kering. 
  3. Campurkan bahan coating sesuai jenis. Contohnya dengan Ulano TZ bahan berbentuk pasta dan sensitizer. Jika bingung coba campurkan sensitizer (botol kecil) dengan emulsi (botol besar) dengan perbandingan 10:1, aduk sampai rata dan masukan ke dalam lemari es (jangan sampai beku) untuk hasil yang lebih baik. Emulsi yang dicampur dengan sensitizer dapat disimpan bertahun-tahun, dan yang sudah tercampur bisa disimpan selama kurang lebih 15 hari jika disimpan di lemari es. 
  4. Oleskan bahan yang telah dicampurkan tadi pada screen secara merata pada bagian luar dan dalam. Pengolesan bisa menggunakan penggaris plastik, mika, rakel atau lainnya, biasanya dilakukan pada ruang gelap. 
  5. Keringkan screen yang sudah dilapisi emulsi menggunakan kipas angin atau hair dryer, jangan dikeringkan di bawah sinar Matahari. Sebelum penyinaran [pastikan screen benar-benar kring. 
  6. Sinari screen menggunakan dua buah lampu neon 20w, kira-kira selama 4-7 met. Jika menggunakan sinar matahari cukup 10-15 detik. Proses penyinaran ini tidak boleh terlalu lama ataupun sebentar. Karena akan memberikan hasil yang tidak maksimal. 
  7. Setelah selesai, basahi screen pada kedua sisinya, kemudian semprot dengan air bersih pada bagian sisi luar dan dalam secara bergantian. Semprot hingga gambar terbuka sempurna, bila gagal bisa dihapus dengan remover. 

Jik afdruk susah disemprot maka artinya waktu penyinaran terlalu lama. Jika gampang luntur atau ambrol maka penyinaran terlalu sedikit atau penggunaan sensitizer terlalu sedikit dan film sablon tidak terlalu pekat. Dan jika afdruk bergerigi, maka pengolesan afdruk dinilai terlalu tipis.